Showing posts with label funkot. Show all posts
Showing posts with label funkot. Show all posts

Genre Funkot (Funky Kota) Part 1

Genre Funkot (Funky Kota) Part 1

Semakin kesini semakin banyak remixer-remixer handal bergenre funkot membuat semakin bervariasinya lagu-lagu yang dihasilkan. baik jenis komersil dan downbeat. Umumnya dalam pembuatan lagu bergenre funkot tersebut mengandalkan Software DAW (Digital Audio Workstation) seperti Frutiyloops atau Sony Acid. Walau berbeda-beda pegangan namun tetap menghasilkan lagu-lagu yang menghentak dan minimal membuat jempol kaki goyang :).

Lagu funkot sebenarnya merupakan lagu dengan tempo yang sangat cepat, khususnya di Indonesia yang digarap secara komersil, walau sebenarnya ada satu genre lagi yang bertempo cepat seperti jungle di tempo 135 sampai 190 tapi di Indonesia masih sedikit penggemarnya. Istilah tempo sebenarnya kurang familiar di kalangan para DJ dan remixer, biasanya Tempo disebut dengan BPM (Beat Per Minute), kedua istilah tersebut sama saja.

Ada standard tidak tertulis tentang penyeragaman tempo atau BPM lagu funkot yaitu 90 BPM, begitupula yang tertera di peralatan DJ seperti CDJ atau Virtual DJ. Bagi praktisi musik yang mendengarkan lagu funkot pasti akan mengalami kebingungan karena tempo 90 masuk kategori Moderato (Tempo sedang), tapi seperti yang kita tahu lagu funkot bertempo tinggi dan cepat (Presto). 

Mengapa bisa terjadi? Kurang tahu juga, namun yang pasti BPM atau tempo pada lagu funkot ada di range 160 sampai 195. Mungkin karena kebanyakan remixer lagu funkot belajar dari guru yang sama jadilah kesalahan ini lestari, tapi tidak semua remixer salah dalam penulisan BPM ini. Semoga bisa jadi bahan pelajaran untuk kita semua, biar genre funkot bisa semakin terkenal di dunia. Bagi yang baru belajar seni remix lagu khususnya lagu funkot mudah-mudahan bisa mengoreksi kesalahan-kesalahan remixer terdahulu. Buat yang pengen tahu lebih tentang funkot lanjut aja ke part 2 nya.

Genre Funkot (Funky Kota) Part 2

Genre Funkot (Funky Kota) Part 2 

Artikel ini dibuat jadi dua bagian, sebelum lompat ke pembahasan disini baca dulu part 1 nya. Pada bagian kedua ini gw bakal ngejabarin sedikit tentang evolusi dari genre funkot itu sendiri. Coba liat artikel tentang funkot (funky kota) bagian 1 untuk pengantar sederhana soal lagu funkot. Pada awalnya lagu bergenre funkot ngga secepat sekarang dalam hal tempo. Gw pernah denger album kompilasi keluaran tahun 90an lupa judul albumnya apa, isinya beberapa lagu koesploes yang diremix. Waktu gw cek di komputer, ternyata bpm lagu yang terdeteksi sebesar 160 bpm.

Jaman itu lagu funkot ga seribet sekarang, mungkin karena keterbatasan software buat ngolah audio dan mungkin juga karena scene EDM (electronic dance music) ga sepesat sekarang perkembangannya. Tapi tetap lagu funkot lawas jadi penegak lagu-lagu funkot jaman sekarang. Funkot selalu fleksibel menerima perubahan ga kebatas untuk melebur dengan genre lagu lain baik lokal maupun internasional.
Mau dicampur lagu rock bisa, trance bisa, house, sampai dangdut pun ga jadi masalah. Bahkan lagu dangdut era 2000an mulai didominasi oleh ketukan-ketukan funkot. Disini genre funkot mulai mengalami kerancuan, karena saking banyaknya lagu dangdut yang diaransemen ala funkot, bikin orang awam beranggapan funkot adalah lagu dangdut, koplo atau tungtung. Padahal kalau kita lihat dari sisi bpm, ketiga genre yang diasosiasikan dengan funkot tadi kebanyakan memiliki genre yang berbeda-beda, sedangkan funkot, khususnya saat ini (medio 2008 sampai sekarang) memiliki pakem yang jelas pada bpm nya yaitu 180 bpm.

Selain itu yang semakin bikin funkot terdistorsi, karena funkot lebih indonesian friendly alias ramah di kuping kebanyakan orang indonesia, dihajar sama dangdut aroma funkot makin jadilah funkot disebut lagu dangdut. Makin tambah runcing ketika beberapa praktisi dunia perdugeman metropolitan yang biasa ngederin lagu luar, internasional (biasanya yang kalo lagu ada vokalnya pake bahasa inggris gw jamin ga semua ngerti pada angguk-angguk dan berasa menikmati banget lagu itu mungkin biar dianggap update atau keren) bahkan sampai ada yang antipati (baca: najis) banget sama lagu funkot, lagu pinggiran, lagu orang kampung dan caci maki macem-macem kaya gado-gado. Kalau ga percaya coba cek di ravelex dot net, disitu pernah ada debat kusir soal funkot.

FYI (baca: asal lo pada tau ye) The one and only original genre of Electronic Dance Music from Indonesia is only funkot. Bukan tech house, trance, apalagi dubstep. Ini funkot mas, om, tante, sodara-sodara, mau suka atau ngga ya cuma ini adanya. Jadi ketimbang caci maki mending lo bangga malah kalau bisa tularin genre ini biar mewabah keseluruh dunia.

BPM Lagu Funkot: 90 atau 180?

 BPM Lagu Funkot: 90 atau 180?


Semakin hari semakin banyak remixer handal khusus genre funkot, sehingga banyak pilihan bagi para DJ atau penikmat lagu funkot. Para remixer funkot secara garis besar terbagi menjadi sub komersial dan downbeat. Komersial biasanya bisa lagu vokal atau hanya instrumen. Begitu juga versi lagu downbeat bisa ada vokalnya atau cuma musik aja.

Sebagian besar remixer membuat lagu atau meremix lagu funkot menggunakan DAW (Digital Audio Workstation) populer seperti FL Studio atau Sony Acid. Walaupun dapurnya beda tapi tetap satu tujuannya untuk membuat lagu yang bisa bikin goyang, geleng-geleng minimal goyang jempol kaki. Genre funkot merupakan jenis lagu dengan tempo tinggi (High Beat Tempo) khususnya di Indonesia.

Genre dengan tempo secepat funkot bisa kita denger pada lagu-lagu beraliran jungle tapi cita rasanya sangat bertolak belakang dan memiliki konsep yang berbeda jauh. Di Indonesia sendiri genre jungle kurang familiar, terbatas pada komunitas underground. Berbeda dengan funkot yang relatif lebih bisa diterima oleh kuping orang Indonesia.

Tiap lagu EDM (Elektronik Dance Music) memilik acuan pada ketukan lagunya, bisa juga disebut tempo atau bagi kebanyakan DJ dan remixer disini menyebutnya dengan BPM (Beat Per Minute). Apapun sebutannya intinya sama aja. Pada lagu beraliran funkot ada aturan ga tertulis tentang penulisan atau tempo yang terdeteksi pada CDJ  yaitu sebesar 90 BPM masuk dalam kategori moderato (tempo sedang) walaupun sebenarnya funkot masuk dalam kategori lagu bertempo cepat (presto). Angka ini didapat dari BPM 180 dibagi dua.

Kenapa bisa begitu? gw juga ga tau gimana awalnya tapi yang pasti tempo atau BPM yang benar untuk lagu beraliran funkot yaitu dikisaran 160 - 195 BPM. Hal ini mungkin terjadi karena sebagian besar remixer belajar dari sumber atau guru yang sama dan guru tersebut dari awalnya menerapkan besaran tempo 90 BPM untuk lagu funkot, dan kemudian diturunkan kepada murid-muridnya lalu muridnya tadi mengajarkan lagi ke calon remixer, jadinya ga ada putus-putusnya miskonsepsi pada BPM lagu funkot.

Walaupun begitu ga semua remixer funkot melabeli lagunya dengan BPM 90, masih ada juga yang tetap melabeli lagu yang mereka buat dengan tempo 180 BPM. Kecenderungan pembuatan lagu dengan BPM 90 lebih sering terjadi pada remixer yang menggunakan DAW Sony Acid, sedangkan pengguna FL Studio biasanya tetap menggunakan BPM 180. Saran gw buat para calon remixer funkot, biasakan untuk memakai acuan BPM standard sesuai kecepatan lagu funkot yaitu 180 BPM. Kali aja suatu saat funkot go internasional dan dilirik oleh para DJ-DJ dan club diluar sana.

Sejarah DJ





Dj kepanjangan dari Disk Jockey, orang yang kerjaannya memainkan lagu baik itu di radio atau club. Pada awalnya profesi DJ terbatas hanya di radio-radio saja tapi makin kesini makin berkembang ke dunia pertelevisian, acara indoor atau outdoor, di club ataupun cafe. Seorang DJ dituntut untuk mampu memainkan berbagai macam aliran atau jenis lagu. Tidak hanya lagu-lagu yang sedang populer tapi juga lagu yang sebelumnya sudah di remix.


Banyak artis terkenal yang berawal dari seorang DJ , sebut saja Tiesto, Armin van Buren, David Guetta dll. Dunia per DJ an makin meluas di seluruh dunia seperti virus yang menulari banyak orang. Saat ini profesi DJ sama juga dengan profesi lain seperti band atau musisi.

Kecanggihan teknologi juga membuat banyak orang tertarik untuk menekuni bidang satu ini baik itu untuk menjadi seorang DJ profesional atau hanya sekedar hobi. Hal ini ditandai dengan banyaknya DJ controller yang dijual bebas dan kemudahan untuk mendapatkan lagu-lagu remix khusus untuk dimainkan oleh DJ.

Ada sedikit perbedaan antara lagu yang dimainkan di tv atau radio dengan lagu yang dimainkan DJ pada umumnya. Biasanya lagu - lagu DJ memiliki beberapa ketukan di awal lagu dan akhir lagu. Ketukan ini berfungsi untuk menyambung satu lagu ke lagu lain.

Apalagi dengan berkembang pesatnya dunia internet, orang tidak lagi harus pergi ke sekolah DJ untuk belajar teknik-teknik DJ walaupun tetap jauh lebih baik apabila kita belajar di tempat tersebut karena materi yang diajarkan sudah terstruktur dan bertahap. Di youtube banyak sekali channel atau postingan video yang membahas tentang teknik DJ dan cara memainkan lagu atau mengoperasikan perangkat DJ.

Bila dulu DJ banyak didominasi oleh pria, kini wanita juga tidak mau ketinggalan, beberapa tahun belakangan mulai tumbuh generasi DJ - DJ wanita. Sayangnya fenomena ini kadang didompleng oleh para pemilik club atau cafe yang mempekerjakan para DJ wanita ini dengan syarat harus berani tampil seksi bahkan yang ektrim lagi berani untuk telanjang.

Ironinya sebagian dari para DJ wanita itu mengikuti kemauan dari industri hiburan, kadang mereka jauh lebih menonjolkan keseksian daripada kemampuan mengolah lagu sebagai seortang DJ. Miris tapi apa mau dikata, uang kadang membuat orang jadi melakukan apa saja.


http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html